-28 September 2013-
Aceh selatan sebagai salah satu Kabupaten di Propinsi Aceh memiliki keunikan sendiri dalam bidang budaya, bagaimana tidak kabupaten yang luasnya 4.005 km2 dan hanya berpenduduk 206.252 jiwa ini terbagi pula kedalam tiga suku yang mendiaminya, yang masing-masing memiliki bahasa tersendiri yang sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Adapun ke empat suku dan etnis yang mendiami Aceh Selatan adalah Suku Aceh, Suku Kluet dan Suku Aneuk Jamee. Walaupun dihuni tiga etnis berbeda ini, penduduk Aceh Selatan adalah 100% muslim.
Suku Aceh merupakan suku mayoritas di Aceh Selatan, yang populasinya tersebar dalam Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah, Trumon, Bakongan Timur, Bakongan, sebagian Kluet Selatan, sebagian Kluet Utara, Pasie Raja, Sawang, dan Meukek. Dengan demikian otomatis penutur Bahasa Aceh adalah paling banyak di Aceh Selatan yaitu sekira 60% dari jumlah penduduk Aceh Selatan.
Sementara Suku Aneuk Jamee tersebar di Kecamatan Kluet Selatan, Tapaktuan, Samadua, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji Tengah dan Labuhan Haji Barat. Umumnya Suku Aneuk Jamee mendiami pesisir Aceh Selatan dan mereka menggunakan Bahasa Aneuk Jamee yang mempunyai akar dari Sumatera Barat. Secara bahasa yang dituturkan mereka tidak jauh berbeda dengan Bahasa Minang. Namun demikian Bahasa Aneuk Jamee juga memiliki perbedaan antara satu daerah dengan daerah lain secara dialeknya. Umumnya dialek Bahasa Aneuk Jamee terbagi tiga yaitu dialek Kluet Selatan, Dialek Tapaktuan dan Dialek Labuhan Haji. Penutur Bahasa Aneuk Jamee sekitar 30% dari penduduk Aceh Selatan.
Sedangkan Suku Kluet mendiami pedalaman di Kecamatan Kluet Utara, Kluet Timur dan Kluet Tengah. Bahasa Kluet mempunyai akar yang kuat dengan Bahasa Alas, Singkil, serta Pakpak dan Karo di Sumatera Utara. Adapun persentase penuturnya sekira 10% dari penduduk Aceh Selatan.
Dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Aceh Selatan berjalan dengan harmonis dan tidak pernah terjadi konflik yang berdasarkan perbedaan etnis ini, sehingga keberagaman budaya dan adat istiadat ini menjadi kekayaan yang berharga bagi masyarakat Aceh Selatan dalam membangun daerahnya.








0 komentar:
Posting Komentar